Kejadian Siswa SD di Banyumas Terpapar Gas Air Mata dalam Latihan Polisi

Berita, Kecelakaan169 Dilihat

Sebanyak 40 siswa dari SD Negeri 1 Purwanegara, Purwokerto Utara, di Banyumas, mengalami dampak gas air mata yang berasal dari latihan yang dilakukan oleh personel Polresta Banyumas pada hari Jumat (13/10/2023).

Lima dari 40 siswa tersebut harus segera dilarikan ke puskesmas karena mereka mengeluhkan perasaan perih di mata dan sesak di dadanya.

Menyikapi insiden ini, Kapolresta Banyumas, Kombes Edy Suranta Sitepu, menyampaikan permintaan maaf kepada pihak sekolah. Ia mengakui bahwa gas air mata yang memengaruhi para siswa itu dilepaskan oleh anggota Polresta Banyumas. Hal ini terjadi saat tengah menjalani latihan rutin bersama unit Brimob.

Latihan rutin tersebut mencakup penggunaan laras licin dan pelontar gas air mata serta dilanjutkan dengan latihan pengendalian kerumunan.

Instruktur menerima laporan bahwa beberapa murid mengeluhkan mata perih dan tenggorokan kering.

Petugas segera membawa kelima anak tersebut ke puskesmas, dan saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh siswa-siswa sekolah akibat insiden ini dan akan segera mengevaluasi pelatihan kami”. Ungkap Kombes Edy Suranta Sitepu dalam sebuah konferensi pers pada hari Jumat (13/10/2023).

Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi agar latihan tersebut tidak berlangsung di dekat sekolah atau tempat lain yang lebih aman.

“Latihan semacam ini sering kami lakukan, dan baru kali ini terjadi insiden, yang mungkin disebabkan oleh arah angin. Jarak antara lokasi latihan dan sekolah SD hanya sekitar 300 meter. Dengan jeda waktu 30 menit antara pelontaran gas air mata dan munculnya laporan insiden ini,” terangnya.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, telah dilaporkan bahwa puluhan siswa SD Negeri 1 Purwanegara, Purwokerto Utara, mengeluhkan perih di mata dan sesak dada. Ini terjadi setelah terkena efek gas air mata yang dilepaskan selama latihan personel Polresta Banyumas pada hari Jumat (13/10/2023) sekitar pukul 09.30 WIB.

Paskalis Adi, wali kelas 4, menjelaskan bahwa dua kelas, yaitu kelas 4A dan 4B, dengan total 40 siswa mengeluhkan mata perih.

“Memang polisi sedang latihan, tapi mungkin angin membawa dampak, ini sesuatu yang tidak kita duga. Polres sedang berlatih dengan pelatih dari Brimob. Ada sekitar 40 siswa yang mengeluhkan mata perih,” katanya.

Dari 40 siswa yang terkena dampak gas air mata tersebut, ada 5 siswa yang harus dilarikan ke puskesmas karena mengeluhkan mata perih dan sesak dada.

“Anak-anak yang sudah merasa lebih baik telah kembali pulang, sedangkan beberapa siswa lainnya juga sudah kita pulangkan. Kami sudah beberapa kali mengajukan permintaan untuk mengubah lokasi latihan. Polisi sudah meminta maaf, dan kami berharap latihan tidak akan dilakukan pada jam sekolah lagi,” paparnya.

Baca juga:
Polresta Banyumas Berhasil Tangkap 24 Tersangka Pencurian Motor

Salah satu siswa yang terkena dampak gas tersebut adalah Muhammad Asyafa, seorang siswa kelas 4. Ia mengaku merasa perih di mata hingga akhirnya harus dibawa ke Puskesmas.

“Saya merasa sesak nafas, mata saya terasa panas, ini pertama kalinya saya mengalami ini. Asap seperti putih memasuki kelas-kelas,” ungkapnya.

Perlu dicatat bahwa kelas 4A dan 4B memiliki jendela yang menghadap langsung ke Lapangan Mako Brimob.

Untuk meredakan efek mata yang perih, orangtua siswa membantu dengan memberi mereka perlakuan pertama, yaitu membilas mata dengan air.

“Di dalam kelas, para siswa sempat panik dan berteriak-teriak, sehingga kami memutuskan untuk mengirim mereka pulang pada pukul 10.00 WIB. Ini adalah situasi yang sangat merugikan bagi anak-anak kami, dan kami berharap ada lebih banyak komunikasi saat ada kegiatan semacam ini”. Kata Sumarwoto, seorang orangtua dari salah satu siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *