Krisis Kekeringan Menghantam Warga Tipar Banyumas: Air Sumur Berubah Warna dan Berbau, Solusi Air Bersih Dibutuhkan

Berita133 Dilihat

Lebih dari 2.000 penduduk yang bermukim di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah, kini dihadapkan pada situasi kritis kekurangan pasokan air bersih.

Begitu banyak sumur milik warga yang mengering sepenuhnya, sementara yang masih memiliki sisa air mengalami perubahan warna menjadi kuning dan tercium bau yang tak enak.

Suwarto, salah seorang dari warga di RT 001 RW 007 Desa Tipar, melaporkan bahwa persoalan kekurangan air ini telah menjadi masalah sejak hampir dua bulan lalu.

“Air di sumur-sumur rata-rata sudah mengering. Dan jika masih ada air, warnanya jadi kuning dan baunya tak sedap,” tutur Suwarto saat menerima sumbangan air bersih dari pihak Polresta Banyumas pada hari Kamis (24/8/2023).

Bantuan air bersih yang mencapai 7.000 liter tersebut diantar menggunakan mobil taktis berpenyemprot air.

Partini, warga dusun Tipar lainnya, mengungkapkan bahwa akibat kondisi tersebut, banyak dari warga yang terpaksa harus membeli air dalam galon guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik untuk minum maupun memasak.

Hal ini dikarenakan air dari sumur tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi.

“Untuk memasak dan diminum, kami harus membeli dengan harga Rp 5.000 per galon. Namun, kadang saya meminta bantuan tetangga karena tak punya cukup uang untuk membeli galon air,” ujar Partini.

Baca juga:
Kekeringan Menghampiri Dusun Wanarata Kec Purwojati Banyumas

Suwarto, Kepala Desa Tipar, menjelaskan bahwa daerah yang paling terdampak oleh kekeringan ini terletak di wilayah RW 006, 007, dan 008.

“Kondisi ini kini sedang dialami oleh tiga RW. Namun, bila musim kemarau berlangsung lebih lama, daerah yang terdampak bisa bertambah,” papar Suwarto.

Sementara itu, Kapolresta Banyumas, Kombes Edy Suranta Sitepu, mengungkapkan bahwa pada hari ini pihaknya telah mengirimkan pasokan air bersih ke tiga lokasi berbeda.

“Tidak hanya di Desa Tipar, hari ini kami juga telah mengirimkan air bersih ke Desa Panusupan di Kecamatan Cilongok, serta Desa Karangrau di Kecamatan Banyumas. Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami juga akan terus melakukan pemantauan melalui polsek setempat,” jelas Edy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *