Penutupan Operasi Pencarian Delapan Penambang Emas di Banyumas

Berita204 Dilihat

Penghentian operasi pencarian delapan penambang emas di sebuah lubang tambang di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, akan dilaksanakan pada hari ini, tepatnya pada hari Selasa (1/8).

Tim penyelamat telah berupaya selama tujuh hari untuk mengatasi situasi yang sulit di dalam lubang tambang tersebut. Namun, usaha mereka tetap berlanjut, khususnya dalam proses penyedotan air.

Adah Sudarsa, Kepala Basarnas Cilacap sekaligus SAR Mission Coordinator, menyatakan bahwa tidak ada harapan untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di dalam lubang tambang emas tersebut sejak hari pertama operasi dimulai.

Hal ini telah diungkapkan Adah kepada awak media yang hadir di lokasi kejadian pada hari Selasa (1/8).

Menurut Adah, operasi penyelamatan yang sudah berlangsung selama tujuh hari ini telah mencapai titik tidak efektif.

Baca juga:
8 Pekerja Terjebak di Tambang Emas Banyumas yang Tak Berizin

Meskipun demikian, Adah belum berspekulasi mengenai kondisi delapan penambang yang terjebak di dalam lubang galian emas tersebut.

“Sudah tidak efektif karena sudah hari ketujuh,” ungkapnya singkat.

Adah juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari para penambang, lubang tambang tersebut tidak menawarkan tempat perlindungan. Air telah meresap ke seluruh bagian lubang tambang, membuat situasinya semakin berbahaya.

“Air sudah menggenangi semua lubang,” ujarnya.

Selain itu, tim SAR juga telah mendeteksi aroma tak sedap dari air yang dievakuasi dari dalam lubang tambang.

“Kami sudah mencium aroma bau. Di dalam sudah terendam semua, secara logika kondisi terjebak ada air, di dalam tidak ada tempat untuk berlindung,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *